Rabu, 30 Mei 2012

melayu


PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Suku Melayu
            Suku melayu tergolong ke dalam melayu muda, dahulu pada dasar nya melayu hanya mengacu kepada wilayah kerajaan yang meliputi wilayah Sumatera bagian tengah,dan berkembang hingga ke luar Sumatra. Jadi pada kenyataannya orang melayu semenanjung  berasal dari Sumatera. Sekarang bahasa melayu telah berkembang dan sekarang di pakai oleh  banyak masyarakat nusantara. Pada umum nya orang melayu asli tanah semenanjung Malaya (melayu anak jati) adalah masyarakat  Malaysia,dan saat ini di tambah suku – suku pendatang  yang disebut  melayu anak dagang, seperti Minangkabau, Riau, Mendailing, Aceh, Bugis,dan lain-lain.
Melayu tamiang – Nanggroe Aceh Darussalam, dulu nya di kenal dengan nama sebutan “BUMI MUDA SEDIA” dengan semboyan” kasih pape setie mati”yang artinya (kasih ayah sepanjang masa), yang dipimpin oleh raja yang bernama “RAJA MUDA SEDIA”yang mengacu kepada kerajaan  tamiang yang berada pada tepian sungai tamiang, meskipun di kenal sebagai wilayah melayu di bumi rencong, bahasa melayu yang di pakai serupa dengan melayu Malaysia ,baik dari segi bahasa,kesenian, maupun kebudayaan nya.
Nama tamiang di ambil dari seorang raja yang memiliki tanda hitam (itam) di bagian pipinya (mieng).maka di namakan tamieng/tamiang.
Etnik melayu tamiang ini berasal dari kerajaan Sriwijaya, sehingga mereka sangat identik dengan melayu riau dan melayu Malaysia, karena memudar nya kerajaan sriwijaya,suku melayu ini meninggalkan negeri asal nya dan pindah ke Sumatra bagian barat.
2.2 Bahasa                  
Etnik melayu tamiang-nanggroe Aceh Darussalam lebih di dominasi oleh unsur melayu dari pada Aceh, ada pun bahasa yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari hari mereka adalah bahasa tamiang. Bahasa Tamiang menggunakan bahasa melayu tamiang,bukan bahasa melayu Sumatera Utara, bukan bahasa melayu Riau, Aceh Tamiang nyaris mirip dengan bahasa melayu Malaysia.
Bahasa melayu terbagi 2 macam:
1.      Melayu hulu (kasar)
            Bahasa yang di gunakan banyak menggunakan kata-kata dari huruf “O”
Contoh: kalo anak lalu meranto, kawan cari sahabat pun cari, indok semang cari dulu, bio hidop cado seorang. telah ado di tempat orang jangan tunjoke pangkek dan martabat, jangan di bawo adek  di kampong, besatu lah dengan adek setempek, Kalo hidop jaoh di perantauan, jaoh dengan sanak keluargo, tetanggo dan kawan amat perlu, mereko lah ganti sanak keluargo.
2. Melayu  hilir (halus atau lembut)
            Bahasa yang di gunakan banyak menggunakan kata-kata  dari huruf “E”.di namakan melayu hilir karena terletak di daerah pesisir pantai .
Contoh:”selamat pagi kawan-kawan, bole ke ambe nak cakap sesuatu, saye ne bukan orang bandung, tapi sudah due taon saye tingei di hini, ambe kangen sangat same musem durian di sane. sudah lame juge ambe cadek balek ke sane. ambe pun sangat rindu same kluarge di sane.
            Kedua bahasa ini sangat berbeda, namun walaupun demikian kebanyakan generasi muda melayu kini sudah hilang penguasaan nya terhadap bahasa ibu maupun ayah mereka,mungkin bisa di alasankan karena malu atau pun mereka tidak pernah mau tau dan mempelajari bahasa mereka sendiri.
2.3 Sistem Religi
Suku melayu kebanyakan yang beragama islam, dan tidak ada yang menganut agama Kristen, Hindu, maupun Budha. Sehingga seni budaya mereka sangat kental dengan nilai-nilai religious dan bernafaskan islam.
Etnik melayu sebagian dari masyarakat nya banyak yang menghabiskan waktu nya di mushola atau mesjid-mesjid, dan untuk kaum wanita nya banyak yang mengikuti acara pengajian,wirit,maupun arisan. Dan suku melayu juga  selalu mendidik anak-anak mereka dangan pengajian.
   
2.4 Sistem Kekerabatan
Etnik melayu merupakan suatu etnik yang tidak asing lagi bagi Indonesia, dari segi kekerabatan etnik melayu lebih cepat akrab dan ramah antara satu sama lain, mereka tidak pernah membeda-beda kan antara etnik satu dengan etnik yang lain nya. Ini di karenakan kelembutan budi dan keramahan sikap mereka terhadap pendududuk setempat.
Bila ada penduduk datang dari luar, mereka pun dengan cepat mudah berbaur dengan mereka,dan saling melakukan interaksi antara satu sama lain, mudah bergaul dengan siapa saja,dan mereka juga saling hormat-menghormat antara pemeluk yang satu dengan pemeluk yang lain, dan mereka juga tidak pernah membeda-bedakan  antara individu yang satu dengan individu yang lain.
2.5 Sistem Kebudayaan
            Kebudayaan melayu tamiang sama dengan melayu deli, dan bahkan mirip dengan budaya melayu Malaysia. Pakaian budaya melayu tamiang  di dominasi dengan warna kuning dan begitu juga pelaminan pesta penikahan selalau becorak nuansa dengan warna kuning tua.
 Adat menyambut kedatangan tamu yang ingin berkunjung dan  menyambut pengantin juga di sambut dengan penampilan berbagai macam jenis silat,seperti silat plintau,silat songsong dan silat rebas tebang yang sambil di iringi  music bernuansa melayu dan membunyikan suara gendang dan gesekan biola. Serta selalu diiringi dengan pembacaan pantun, baik itu pantun jenaka, maupun pantun yang berisi pesan pesan yang benilai islam.
Adat pernikahan nya:
Upacara adat nya selalu di mulai dengan acara peminangan oleh pihak laki-laki kepada pihak wanita,jika terdapat persetujuan dari kedua belah pihak,maka di adakan acara pertunangan yang di laporkan kepada pihak wanita. Jika pihak wanita membatalkan pertunangan, maka mereka wajib membayar 2 kali lipat uang antaran yang telah di berikan oleh pihak laki-laki.
            Untuk calon laki–laki ia harus menyiapkan seserahan yang berupa emas (mahar),seperangkat alat sholat, uang ,pakaian, alat make up,buah-buahan serta seperangkat isi kamar seprti (tempat tidur,lemari dll), emas di etnik melayu di nilai per-Mayam,bukan gram, misalnya seperti 5 mayam,10 mayam atau 15 mayam.
            Di hari pernikahan biasanya laki-laki di hantar kan menuju ke rumah keluarga sebelah wanita, sampai di halaman rumah pengantin laki-laki di harapkan untuk menyaksikan tarian-tarian melayu, setelah itu sampai di depan pintu pengantin laki-laki di taburkan dengan beras (padi) sambil berbalas pantun,yang mana saat itu pintu di halang dengan kain panjang agar pengantin laki-laki tidak dapat masuk sebelum ia membuka palang itu dengan uang yang di isi di dalam amplop.
Di depan pelaminan di hidang dengan berbagai macam hidangan   makanan,di mana sepasang pengantin tersebut harus makan bersama sambil berebut ayam  yang di sembunyikan di dalam tumpukan nasi  kemudian barulah kedua nya saling suap-menyuap.
Adat bertamu
            Beramu adalah salah satu cara untuk mengenalkan diri atau  untuk memperkuat silaturahmi antara tuan rumah dengan tamu.di etnik melayu pada umum nya bila ada tamu yang datang mereka di persilahkan duduk di atas tikar atau ambal yang di bentang di ruang tamu.
Tikar ini bagi suku melayu  dinamakan tikar ciau atau menerong,yaitu tikar yang terbuat dari tumbuhan yang tumbuh di rawa-rawa. Tikar ini merupakan symbol penghormatan kepada tamu yang datang. Lalu tuan rumah menyungguhkan makanan dan minuman,apabila tidak ada jamuan, sang tamu biasa nya mengagap tuan rumah  kurang dapat menghormati tamu.
Makanan dan minuman ini biasa nya di hidangkan oleh anak perempuan.dan pada umum nya makanan yang di hidangkan adalah makanan yang di masak pada hari itu, atau makanan yang memang di masak secara khusus atau special oleh tuan rumah.
2.6 Sistem  Mata Pencaharian
           Keadaan perekonomian etnik melayu merupakan hal yang penunjang bagi kelangsungan hidup mereka, system pencaharian merupakan modal dari pertumbuhan dan keberhasilan suatu bangsa dan Negara.
            Di etnik melayu  khusus yang tinggal di wilayah pedesaan sebahagian dari mereka ada yang bermata pencaharian sebagai  petani, seperti berkebun dan sawah, bagi mereka yang berdekatan dengan laut biasa nya bermata pencaharian nelayan, dan sebahagian juga ada yang bermata pencaharian kerja bangunan, membuka warung. Bagi yang tinggal d wilayah perkotaan kebanyakan dari mereka berkerja di kantor, PNS, dan bahkan ada yang buka usaha sendiri seperti took,warung, dll.
2.7 Kesenian Etnik Melayu
Kesenian dalam  suara yaitu
*      Nazam atau naban,( mengisahkan riwayat nabi Muhammad, para nabi, dan para sahabat-sahabat rasul).
*      Marhaban, nasyid, dan qasidah (marhaban yaitu nyanyian keagamaan yang di nyanyikan dalam bahasa arab, nasyid yaitu nyanyian dalam bentuk dakwah islam, qasidah yaitu nyanyian dalam bahasa  arab yang mengandung puisi).
*      Dikir (dikir yang di iringi dengan suara gendang atau rebana).
*      Ghazal, (sejenis puisi arab yang berbentuk percintaan, yang di iringi dengan suara alat syreringgi atau gitar).
Kesenian tarian yaitu
v  Tari asli, seperti tari makan sirih,gulung benang dan tari sapu tangan.
v  tarian yang di persembahkan pada waktu perkawinan seperti tarian siti paying, tarian mak inang,gamelan dll
v  tarian untuk kaum laki laki seperti tarian kuda kepang dan tarian labi-labi.
v  Tarian zapin, (tarian yang d iringi oleh music dabus dan marwas, pakaian yang di gunkan adalah baju melayu).
v  Tarian inai,( tarian untuk anak-anak yang ingi dikhatankan dan duduk di atas pelamin).
v  Tarian cinta sayang.(tarian untuk nelayan sebelum ingin turun ke laut)
v  Tarian balai (tarian untuk melakukan pekerjaan sawah,penari-peneri akan menari mengelilingi balai sambil menggunakan payung panjang berwarna warni yang di letak kan di baawah gelangganngan )
v  Tarian mak inang, tarian yang sangat popular, dan di tampilkan saat hari-hari kerja pekawinan
v  Seni tenun seperti songket (tenunan yang sangat cantik yang menggunakan kain benang emas) songket ini biasa di gunakan di etnik melayu.

Seni anyaman seperti
·         Anyaman tudung saji
·         Bakul
·         Tikar
Bahan yang di gunakan untuk menganyam adalah dari tanaman yang tumbuh di hutan atau rawa-rawa. Suku melayu biasa menyebut nya dengan menerong, sebelum di anyam, tumbuhan ini di jemur di terik matahari hingga ia mengering baru bisa digunakan untuk menganyam.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Suku melayu tergolong ke dalam melayu muda, dahulu pada dasar nya melayu hanya mengacu kepada wilayah kerajaan yang meliputi wilayah Sumatera bagian tengah, Dan berkembang hingga ke luar Sumatra. Jadi pada kenyataannya orang melayu semenanjung  berasal dari Sumatera.
Suku melayu kebanyakan yang beragama islam,dan tidak ada yang menganut agama Kristen, Hindu, maupun Budha. Sehingga seni budaya mereka sangat kental dengan nilai-nilai religious dan bernafaskan islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar