PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Suku Melayu
Suku
melayu tergolong ke dalam melayu muda, dahulu pada dasar nya melayu hanya
mengacu kepada wilayah kerajaan yang meliputi wilayah Sumatera bagian
tengah,dan berkembang hingga ke luar Sumatra. Jadi pada kenyataannya orang
melayu semenanjung berasal dari Sumatera.
Sekarang bahasa melayu telah berkembang dan sekarang di pakai oleh banyak masyarakat nusantara. Pada umum nya
orang melayu asli tanah semenanjung Malaya (melayu anak jati) adalah masyarakat Malaysia,dan saat ini di tambah suku – suku
pendatang yang disebut melayu anak dagang, seperti Minangkabau, Riau,
Mendailing, Aceh, Bugis,dan lain-lain.
Melayu tamiang –
Nanggroe Aceh Darussalam, dulu nya di kenal dengan nama sebutan “BUMI MUDA
SEDIA” dengan semboyan” kasih pape setie
mati”yang artinya (kasih ayah
sepanjang masa), yang dipimpin oleh raja yang bernama “RAJA MUDA SEDIA”yang
mengacu kepada kerajaan tamiang yang
berada pada tepian sungai tamiang, meskipun di kenal sebagai wilayah melayu di
bumi rencong, bahasa melayu yang di pakai serupa dengan melayu Malaysia ,baik dari segi
bahasa,kesenian, maupun kebudayaan nya.
Nama tamiang di ambil
dari seorang raja yang memiliki tanda hitam (itam) di bagian pipinya
(mieng).maka di namakan tamieng/tamiang.
Etnik melayu tamiang
ini berasal dari kerajaan Sriwijaya, sehingga mereka sangat
identik dengan melayu riau dan melayu Malaysia, karena memudar nya
kerajaan sriwijaya,suku melayu ini meninggalkan negeri asal nya dan pindah ke
Sumatra bagian barat.
2.2 Bahasa
Etnik melayu
tamiang-nanggroe Aceh Darussalam lebih di dominasi oleh unsur melayu dari pada Aceh,
ada pun bahasa yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari hari mereka adalah
bahasa tamiang. Bahasa Tamiang menggunakan bahasa melayu tamiang,bukan bahasa
melayu Sumatera Utara, bukan bahasa melayu Riau, Aceh Tamiang nyaris mirip
dengan bahasa melayu Malaysia.
Bahasa melayu terbagi 2
macam:
1. Melayu hulu (kasar)
Bahasa
yang di gunakan banyak menggunakan kata-kata dari huruf “O”
Contoh: kalo anak lalu meranto, kawan cari sahabat pun
cari, indok semang cari dulu, bio hidop cado seorang. telah ado di tempat orang
jangan tunjoke pangkek dan martabat, jangan di bawo adek di kampong, besatu lah dengan adek setempek, Kalo
hidop jaoh di perantauan, jaoh dengan sanak keluargo, tetanggo dan kawan amat
perlu, mereko lah ganti sanak keluargo.
2. Melayu hilir (halus
atau lembut)
Bahasa
yang di gunakan banyak menggunakan kata-kata
dari huruf “E”.di namakan melayu hilir karena terletak di daerah pesisir
pantai .
Contoh:”selamat pagi kawan-kawan, bole ke ambe nak cakap
sesuatu, saye ne bukan orang bandung, tapi sudah due taon saye tingei di hini, ambe
kangen sangat same musem durian di sane. sudah lame juge ambe cadek balek ke sane.
ambe pun sangat rindu same kluarge di sane.
Kedua
bahasa ini sangat berbeda, namun walaupun demikian kebanyakan generasi muda
melayu kini sudah hilang penguasaan nya terhadap bahasa ibu maupun ayah
mereka,mungkin bisa di alasankan karena malu atau pun mereka tidak pernah mau
tau dan mempelajari bahasa mereka sendiri.
2.3 Sistem Religi
Suku melayu kebanyakan
yang beragama islam, dan
tidak ada yang menganut agama Kristen, Hindu, maupun Budha. Sehingga seni
budaya mereka sangat kental dengan nilai-nilai religious dan bernafaskan islam.
Etnik melayu sebagian
dari masyarakat nya banyak yang menghabiskan waktu nya di mushola atau
mesjid-mesjid, dan
untuk kaum wanita nya banyak yang mengikuti acara pengajian,wirit,maupun
arisan. Dan suku melayu
juga selalu mendidik anak-anak mereka
dangan pengajian.
2.4 Sistem Kekerabatan
Etnik melayu merupakan
suatu etnik yang tidak asing lagi bagi Indonesia, dari segi kekerabatan etnik
melayu lebih cepat akrab dan ramah antara satu sama lain, mereka tidak pernah
membeda-beda kan antara etnik satu dengan etnik yang lain nya. Ini di karenakan
kelembutan budi dan keramahan sikap mereka terhadap pendududuk setempat.
Bila ada penduduk
datang dari luar, mereka pun dengan cepat mudah berbaur dengan mereka,dan
saling melakukan interaksi antara satu sama lain, mudah bergaul dengan
siapa saja,dan mereka juga saling hormat-menghormat antara pemeluk yang satu
dengan pemeluk yang lain, dan
mereka juga tidak pernah membeda-bedakan
antara individu yang satu dengan individu yang lain.
2.5 Sistem Kebudayaan
Kebudayaan
melayu tamiang sama dengan melayu deli, dan bahkan mirip dengan budaya melayu
Malaysia. Pakaian budaya melayu tamiang
di dominasi dengan warna kuning dan begitu juga pelaminan pesta
penikahan selalau becorak nuansa dengan warna kuning tua.
Adat menyambut kedatangan tamu yang ingin
berkunjung dan menyambut pengantin juga
di sambut dengan penampilan berbagai macam jenis silat,seperti silat plintau,silat songsong dan silat rebas
tebang yang sambil di iringi music
bernuansa melayu dan membunyikan suara gendang dan gesekan biola. Serta selalu diiringi dengan pembacaan
pantun, baik
itu pantun jenaka, maupun
pantun yang berisi pesan pesan yang benilai islam.
Adat
pernikahan nya:
Upacara adat nya selalu
di mulai dengan acara peminangan oleh pihak laki-laki kepada pihak wanita,jika
terdapat persetujuan dari kedua belah pihak,maka di adakan acara pertunangan
yang di laporkan kepada pihak wanita. Jika pihak wanita membatalkan pertunangan,
maka mereka wajib membayar 2 kali lipat uang antaran yang telah di berikan oleh
pihak laki-laki.
Untuk
calon laki–laki ia harus menyiapkan seserahan yang berupa emas
(mahar),seperangkat alat sholat, uang ,pakaian, alat make up,buah-buahan serta
seperangkat isi kamar seprti (tempat tidur,lemari dll), emas di etnik melayu di
nilai per-Mayam,bukan gram, misalnya seperti 5 mayam,10 mayam atau 15 mayam.
Di
hari pernikahan biasanya laki-laki di hantar kan menuju ke rumah keluarga
sebelah wanita, sampai
di halaman rumah pengantin laki-laki di harapkan untuk menyaksikan
tarian-tarian melayu, setelah
itu sampai di depan pintu pengantin laki-laki di taburkan dengan beras (padi)
sambil berbalas pantun,yang mana saat itu pintu di halang dengan kain panjang
agar pengantin laki-laki tidak dapat masuk sebelum ia membuka palang itu dengan
uang yang di isi di dalam amplop.
Di depan pelaminan di
hidang dengan berbagai macam hidangan makanan,di mana sepasang pengantin tersebut
harus makan bersama sambil berebut ayam
yang di sembunyikan di dalam tumpukan nasi kemudian barulah kedua nya saling
suap-menyuap.
Adat
bertamu
Beramu
adalah salah satu cara untuk mengenalkan diri atau untuk memperkuat silaturahmi antara tuan
rumah dengan tamu.di etnik melayu pada umum nya bila ada tamu yang datang
mereka di persilahkan duduk di atas tikar atau ambal yang di bentang di ruang
tamu.
Tikar ini bagi suku
melayu dinamakan tikar ciau atau
menerong,yaitu tikar yang terbuat dari tumbuhan yang tumbuh di rawa-rawa. Tikar
ini merupakan symbol penghormatan kepada tamu yang datang. Lalu tuan rumah
menyungguhkan makanan dan minuman,apabila tidak ada jamuan, sang
tamu biasa nya mengagap tuan rumah
kurang dapat menghormati tamu.
Makanan dan minuman ini
biasa nya di hidangkan oleh anak perempuan.dan pada umum nya makanan yang di
hidangkan adalah makanan yang di masak pada hari itu, atau makanan yang memang di
masak secara khusus atau special oleh tuan rumah.
2.6
Sistem Mata Pencaharian
Keadaan perekonomian etnik melayu merupakan
hal yang penunjang bagi kelangsungan hidup mereka, system pencaharian merupakan
modal dari pertumbuhan dan keberhasilan suatu bangsa dan Negara.
Di etnik melayu khusus yang tinggal di wilayah pedesaan
sebahagian dari mereka ada yang bermata pencaharian sebagai petani, seperti berkebun dan sawah, bagi mereka yang
berdekatan dengan laut biasa nya bermata pencaharian nelayan, dan sebahagian juga
ada yang bermata pencaharian kerja bangunan, membuka warung. Bagi yang tinggal
d wilayah perkotaan kebanyakan dari mereka berkerja di kantor, PNS, dan bahkan
ada yang buka usaha sendiri seperti took,warung, dll.
2.7 Kesenian Etnik Melayu
Kesenian dalam suara yaitu
Kesenian tarian yaitu
v Tari asli, seperti tari makan sirih,gulung benang dan tari sapu tangan.
v tarian yang di persembahkan pada waktu
perkawinan seperti tarian siti paying, tarian mak
inang,gamelan dll
v tarian untuk kaum laki laki seperti tarian kuda kepang dan tarian labi-labi.
v Tarian
zapin, (tarian yang d iringi
oleh music dabus dan marwas, pakaian
yang di gunkan adalah baju melayu).
v Tarian
inai,( tarian untuk anak-anak yang ingi
dikhatankan dan duduk di atas pelamin).
v Tarian
cinta sayang.(tarian untuk nelayan sebelum
ingin turun ke laut)
v Tarian
balai (tarian untuk melakukan
pekerjaan sawah,penari-peneri akan menari mengelilingi balai sambil menggunakan
payung panjang berwarna warni yang di letak kan di baawah gelangganngan )
v Tarian
mak inang, tarian yang sangat popular, dan di tampilkan saat
hari-hari kerja pekawinan
v Seni
tenun seperti songket (tenunan yang sangat cantik yang menggunakan kain benang
emas) songket
ini biasa di gunakan di etnik melayu.
Seni anyaman seperti
·
Anyaman
tudung saji
·
Bakul
·
Tikar
Bahan yang di gunakan
untuk menganyam adalah dari tanaman yang tumbuh di hutan atau rawa-rawa. Suku
melayu biasa menyebut nya dengan menerong, sebelum di anyam, tumbuhan ini di
jemur di terik matahari hingga ia mengering baru bisa digunakan untuk
menganyam.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Suku melayu tergolong ke dalam melayu muda, dahulu pada
dasar nya melayu hanya mengacu kepada wilayah kerajaan yang meliputi wilayah
Sumatera bagian tengah, Dan berkembang hingga ke luar Sumatra. Jadi pada
kenyataannya orang melayu semenanjung
berasal dari Sumatera.
Suku melayu kebanyakan
yang beragama islam,dan tidak ada yang menganut agama Kristen, Hindu, maupun Budha.
Sehingga seni budaya mereka sangat kental dengan nilai-nilai religious dan
bernafaskan islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar